Sabtu, 09 Maret 2013

Merantau

              


             ".

Mungkin kota Caruban ialah dianggap kota kecil tak seperti Surabaya atau Jakarta. Sehingga banyak warga Caruban ingin merantau ke kota besar entah untuk bekerja atau mencari pendidikan di universitas terkenal\terbaik demi masa depan yang lebih cerah. Harus diakui , kota Surabaya , Jakarta , Bandung , Yogya , Denpasar , Malang , Semarang ataupun Palembang memiliki keunggulannya dalam banyak aspek bidang. 

           Jakarta sudah pasti banyak yang tahu selain pusat pemerintahan juga merupakan pusat hiburan. Bandung merupakan kota hiburan dan memang cukup bagus cuaca karena agak dingin. Yogya dengan kehidupan budaya keraton dan pantai indahnya parangtritis. Denpasar kota terkenal ini selain Jakarta karena berbagai tempat wisata yang diketahui warga luar begeri. Dan berbagai tempat lainnya. 

              Namun ada sisi hal yang tentu memiliki hal negatif untuk kota besar dengan jumlah penduduk yang banyak akan berdampak sosial dimana hal itu akan mempengaruhi beberapa hal seperti kemacetan dan Polusi karena banyaknya kendaraan, biaya hidup mahal karena adanya persaingan tinggi antar penduduk perkotaan, dan lain-lain. Untuk itu bersiaplah kalian yang akan atau telah hidup di kota besar. Dan beruntunglah kalian yang tidak hidup di kota besar untuk tidak menghadapi berbagau tantangan yang ada di kota besar. "Beberapa hal yang telah disebutkan merupakan pengalaman saya di kota besar, dan bukan asal-asal mengarang

Jumat, 30 Juli 2010

Pasar sore

             Pasar Sore diadakan di sekitar stadion"Pangeran Timoer" caruban dalam memperingati hari jadi Caruban sebagai ibukota kabupaten madiun. Acara ini diselenggarakan selama 4 hari tgl 28-31 juli 2010.Disini ada panggung utama untu acara utama, serta pedagang yang berjualan.Pak Muhtarom ,bupati kabupaten Madiun juga hadir kamis lalu. 

Ibukota Kabupaten Madiun Resmi Pindah ke Mejayan Senin, 19 Juli 2010 | 12:41 WIB

RENCANA pemindahan ibukota Kab. Madiun yang selama ini berada di wilayah Kota Madiun ke wilayah Kec. Mejayan (yang juga popular dengan sebutan Caruban) merupakan proses panjang. Setidaknya empat orang bupati menggagas dan memperjuangkan kepindahan pusat pemerintahan itu. Sewaktu Bupati Madiun dijabat oleh Drs Bambang Koesbandono, antara lain telah merintis dengan membangun Pasar Besar Caruban.

Bupati Ir S Kadiono yang menjabat selama dua periode (10 tahun) melanjutkan rencana itu dengan membangun Rumah Sakit Daerah (waktu itu dinamai Rumah Sakit Umum Panti Waluyo). Bupati Djunaedi Mahendra SH MSi (juga menjabat dua periode) melanjutkan rencana itu di antaranya dengan membangun gedung DPRD, Gedung Olahraga dan ringroad.

Dan selama dua tahun ini Bupati Madiun dijabat H Muhtarom SSos, perjuangan itu dilanjutkan dengan pembangunan sejumlah perkantoran, melego asset yang berada di wilayah Kota Madiun untuk pendanaan pembangunan fisik perkantoran baru di Mejayan, serta percepatan pengurusan Peraturan Pemerintah sebagai landasan kepindahan pusat pemerintahan itu

“Alhamdulillah, proses panjang untuk ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah telah kita lalui. Dan pada hari ini oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Peraturan Pemerintah yang kita tunggu diserahkan kepada kita sebagai amanah yang harus kita laksanakan,” kata Bupati Muhtarom saat menyampaikan sambutan pada acara Prosesi Penerimaan Peraturan Pemerintah (PP) No. 52/2010 tentang Pemindahan Ibukota Kabupaten Madiun dari Wilayah Kota Madiun ke Wilayah Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun, Jawa Timur di pendapa Muda Graha Kab. Madiun, Minggu (18/7).

Prosesi penyerahan PP dari pemerintah pusat ke Pemkab Madiun dilakukan tepat pada peringatan Hari Jadi ke-442 Kab. Madiun, oleh Sekretaris Daerah Propinsi Jatim Dr H Rasiyo MSi kepada Bupati Madiun Muhtarom. Hadir dalam hari bersejarah itu, antara lain dua mantan Bupati Madiun, S Kadiono dan Djunaedi Mahendra, para pejabat dan mantan pejabat serta tokoh masyarakat.

Penetapan wilayah Mejayan sebagai ibukota kabupaten yang telah dirintis para pendahulunya, menurut Muhtarom merupakan pemikiran cemerlang. Hal itu terbukti dari hasil studi kelayakan yang telah disampaikan kepada pemerintah, wilayah Caruban dengan pusat pertumbuhannya di Kec. Mejayan, memang paling layak sebagai lokasi ibukota Kab. Madiun.

“Hal ini diperkuat dengan hasil kajian akademis yang didasarkan pada pertimbangan dari aspek geografis, demografis, sosiologis, ekonomi dan politik serta keberadaan infrastruktur yang tersedia,” ungkap Bupati Muhtarom.

Dalam catatan sejarah, pemindahan pusat pemerintahan Kab. Madiun sudah terjadi 4 kali. Pada saat berdiri, pusat pemerintahan Kabupaten Madiun berada di Ngurawan, Kec. Dolopo. Kemudian berpindah ke Sogaten atau Purabaya (kini merupakan bagian wilayah Kota Madiun), kedua dari Sogaten pindah ke Kuncen atau Josenan (kini juga merupakan bagian wilayah Kota Madiun), ketiga dari Kuncen pindah lagi ke Kranggan. Dan terakhir dari Kranggan pindah ke Kelurahan Pangongangan yang berada di Kota Madiun (waktu itu Pemerintah Kota Madiun belum terbentuk).

Tujuan pemindahan ibukota, tak hanya sekadar memindahkan pusat pemerintahan Kab. Madiun yang masih berada di wilayah Kota Madiun. Yang lebih utama untuk meningkatkan pelayanan masyarakat, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kab. Madiun.

Seperti diketahui, selama ini ibukota Pemerintahan Kabupaten Madiun berada di dalam wilayah Kota Madiun. Wilayah Kota Madiun sendiri berada di tengah-tengah (dikelilingi) wilayah Kabupaten Madiun. Sehingga akses warga untuk mendapatkan pelayanan ke kantor ibukota Pemerintahan Kabupaten melintasi wilayah Kota Madiun.

Sekretaris Daerah Propinsi Jatim Rasiyo yang juga asli Kab. Madiun berharap kepindahan ibukota Kabupaten Madiun ke wilayah Kec. Mejayan yang sekarang ini dalam proses pembangaunan fisik, merupakan yang terakhir kalinya.

“Yoni (tuah)-nya ibukota Kabupaten Madiun itu memang ya berada di Mejayan. Semoga ini yang terakhir kalinya,” ujar Rasiyo disambut tawa hadirin. Dengan perpindahan pusat pemerintahan ke wilayah Kec. Mejayan, memungkinkan pembangunan pertumbuhan pelayanan jasa, perdagangan, social budaya, pendidikan dan kegiatan lainnya di seluruh wilayah yang diimbangi penataan bagi penyelenggaraan pusat pemerintahan.

Dengan diserahkannya PP No. 52/2010 yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 6 Juni 2010 dan tercatat di Lembaran Negara 2010 Nomor 73, secara resmi ibukota Kabupaten Madiun pindah dari wilayah Kota Madiun ke wilayah Kec.
Mejayan. swd, adv

source:http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=22a2a45564a22009dc0856afba6c4be1&jenis=1679091c5a880faf6fb5e6087eb1b2dc

Senin, 17 Mei 2010

Juli 2010, Ibukota Pindah ke Caruban


Agenda Pemkab Madiun tentang perpindahan ibukota Kabupaten Madiun ke Caruban nampaknya mendapat dukungan 100 persen dari DPRD Kabupaten Madiun. Dewan terlihat getol berupaya memuluskan perpindahan itu
Ketua DPRD Kabupaten Madiun J. Ristu Nugroho berharap secara yuridis formal bulan Juli 2010 nanti Ibukota Kabupaten Madiun di Caruban rampung. Sekaligus peraturan pemerintah (PP) tentang pemindahan ibukota Kabupaten bisa terbit.

“Memang proses yang harus dilaluinya sangat panjang dan berliku serta harus mempertimbangkan berbagai aspek. Di antaranya, aspek yuridis, aspek teknis, aspek administrasi dan aspek sosiologi,” katanya, kemarin.

Ristu menambahkan, agar PP itu bisa segera terbit maka proses administrasi lebih dulu harus tuntas, yakni pengajuan persetujuan pemindahan Ibukota Kabupaten Madiun dari wilayah Kota Madiun ke Kabupaten Madiun kepada DPRD. Selanjutnya, DPRD memberikan Surat Keputusan tentang persetujuan pemindahan ibukota Kabupaten Madiun dari Kota Madiun kepada Bupati.

“Setelah mendapat persetujuan dari DPRD, usulan itu diajukan ke Gubernur beserta kelengkapan persyaratan pemindahan, kemudian gubernur melanjutkannya ke Mendagri,” terangnya yang Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun.

Saat ini potensi yang dimiliki Kota Caruban di antaranya posisi geografis yang sangat strategis karena Mejayan berada di jalur lintas jalan arteri primer menghubungkan Jatim dan Jateng. Sebagian perkantoran telah berada di lingkup Kecamatan Mejayan, antara lain kantor Imigrasi, DPRD, Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya, Dishub, DKP dan kantor Perpustakaan.

Selain itu, fasilitas umum dan perekonomian juga sudah banyak berada di wilayah kecamatan ini. Di antaranya RSUD Panti Waluyo, Stadion Olah Raga, terminal, pasar stasiun KA, dan tempat pembuangan akhir sampah.n 3-6

Jumat, 14 Mei 2010

Caruban Rintis Pasar Minggon

              CARUBAN (l’POS) : Kota Caruban terus berbenah diri, Bertempat di Pendopo kec.Mejayan tadi malam, beberapa instansi terkait hadir dalam pertemuan dengan para pedagang. Fokusnya, merintis kembali Pasar Minggon. Lokasinya, di Jl Haji Agus Salim. Louncing diproyeksikan tanggal 26 Juli 2009.

           Dalam pertemuannya tadi malam SUGITO.S,Sos, Camat Mejayan mengatakan sampai saat ini persiapan Pasar Minggon yang rencananya akan kita laksanakan pada tanggal 26 Juli 2009 ini sudah mencapai 80 persen. ‘’ Kegiatan Pasar Minggon ini kita laksanakan sebagai wujud kepedulian pemerintah untuk terus mengembangkan dan membangun kota Caruban yang lebih maju,sekaligus pembangunan perekonomian yang berbasis kerakyatan dan pemberdayaan pedagang mikro dan usaha kecil menengah agar mereka mampu mandiri dan terus berkembang, ” ujarnya

          Kegiatan Pasar Minggon yang rencanyanya akan di buka langsung oleh Bupati Madiun Muhtarom.Sos , untuk kedepannya nanti benar-benar mampu mewakili dan menampung aspirasi masyarakat guna peningkatan taraf hidup yang lebih baik,khususnya warga Caruban sekitarnya.

      “Terlihat dari minat dan antusiasnya para pedagang yang akan menempati stand yang telah kita persiapkan sudah melampaui kapasitas,saat ini sudah ada 170 pedagang yang telah mendaftarkan diri,mulai dari pedagang bunga, tempe keripik, kerupuk,Asessoris, pakaian dsb. Ini merupakan sesuatu hal yang positif guna pengembangan pedagang Mikro dan kecil yang lebih baik untuk kedepannya nanti khususnya di Kota Caruban ini nantinya” ujar Edy Bintarjo dari Bappeda.(ari elPOS)

        Selain berita lama , sekarang pasar minggon tetap diadakan tentunya pada hari minggu di mejayan dekat masjid besar. Di sini tersedia berbagai makanan termasuk nasi pecel dan aneka produk warga Caruban. Ayo datang ke Pasar Minggon , Inilah salah satu Kebanggan kita !( wahai warga Caruban) 

CARUBAN APA KEUNGGULANNYA?

Sebagai lokasi strategis penghubung surabaya-solo, kota caruban memiliki sejuta rahasia tersimpan. Dengan daya tarik itu belum dimaksimalkan untuk usaha. Ngawi saja terkenal warung makanan yang enak. Caruban ? dulu ada toko sekarang toko tutup. sebentar lagi 17 juli 2010,caruban jadi kabupaten madiun,semoga ini jadi titik balik kemajuan kota caruban

PROFIL CARUBAN

Caruban merupakan kota kecil yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Madiun. Kota Caruban direncanakan menjadi pusat kota menggantikan kota Madiun beberapa tahun lagi, meski baru sebatas wacana. Karena kota caruban letaknya yang strategis dan terdapat kantor DPRD, sedang kota Madiun sudah tak strategis letaknya misalnya saat dari caruban menuju ke magetan bisa tak lewat kota madiun karena lewat RING ROAD. Secara administratif, kota ini berada di wilayah Kecamatan Mejayan. Kota ini memiliki posisi strategis, yaitu berada pada pertigaan jalur pintas Ngawi-Nganjuk tanpa melewati Kota Madiun.

Berdasarkan cerita penduduk setempat, Caruban berarti “carub” – bahasa jawa, yang artinya campur, sedangakan akhiran -an, adalah menunjukkan arti tempat.
Makanan khas dari Caruban adalah brem dan pecel. Kesenian khas adalah dongkrek.
Caruban dapat dicapai dengan kereta api (terdapat Stasiun Caruban) ataupun bus umum (dilengkapi dengan satu terminal bus) karena terletak pada jalur antara Surakarta dan Surabaya. Di sebelah timur kota ini terdapat hutan jati. Dalam perkembangannya, Caruban dalam beberapa tahun mendatang akan dibangun jalan bebas hambatan (tol) oleh Pemerintah Pusat yang akan menghubungkan jalur Surakarta (Solo)-Ngawi-Caruban-Nganjuk-Kertosono. Dengan dibangunnya prasarana jalan tersebut diharapkan akan lebih mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya yang dilalui jalan tol tersebut.
Kelurahan di kota Caruban : Mejayan, Bangunsari, Krajan, Ngampel, Pandean.

Fasilitas Kota Caruban
Di Caruban juga berdiri stadion dengan kapasitas 10.000 tempat duduk yang bernama GOR Pangeran Timoer. Stadion ini berlokasi di dekat Terminal Bus Caruban (berada di Desa Mejayan). Stadion ini dipakai untuk sarana olahraga (biasanya di pakai klub sepak bola persekama selain dipakai tempat seleksi POPDA), sarana publik (tempat Olahraga jogging) dan sarana pertemuan (misal upacara Hari Pendidikan, Upacara HUT RI dll). Stadion ini biasanya Gerbang ditutup pada hari biasa dan di buka pada hari libur/peringatan/kegiatan tertentu. Sebab bila di buka terus, tempat ini bisa dipakai tempat prostitusi,dll yang bisa merusak tempat ini.
Terdapat Rumah Sakit Panti Waluyo yang terletak di jl Ahmad Yani.
Terdapat 2 pasar, Pasar besar di desa Krajan atau di jalan raya Panglima Sudirman. Pasar Sayur di Desa Bangunsari.
Waduk Widas atau Waduk Bening yang terletak 15 km di sebelah barat kota Nganjuk. Tempat rekreasi yang lain adalah Waduk Kedungbrubus dan Waduk Notopuro di Kecamatan pilangkenceng atau sebelah utara caruban.

Langit Sore, Kota Caruban !

 Langit yang cerah dan menarik ini pada waktu Sore hari ini. Suasana yang nyaman dan asri di Kota Caruban ini. Inilah ciri khas kota Ca...